Lingkungan

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 10 November 2014

Menuju Surabaya Hijau 2020

Tidak ada komentar :

Sejak Kota Surabaya dipimpin oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, banyak muncul ruang terbuka hijau publik yang menyegarkan di bagai sudut kota dan mendapatkan banyak atensi dan penghargaan atas usahanya baik dari dalam maupun luar negeri. Rupanya, dia tidak hanya berhenti di situ saja. Baru-baru ini dia menyatakan mulai mempersiapkan diri menuju kosep pembangunan kota berwawasan lingkungan atau kota hijau pada 2020.

Dalam pertemuan nasional ke-IV komunitas pecinta gedung tinggi atau pencakar langit yang disebut "Skyscrapercity" di pusat perkantoran Spazio Surabaya, 7 November yang lalu, dia akan mengusung bangunan vertikal sebagai salah satu pendekatannya.

Wali Kota Surabaya mengatakan ke depan di Surabaya sudah tidak memungkinkan pembangunan dilakukan secara horizontal dikarenakan lahan di Surabaya semakin hari semakin sempit, sehingga mau tidak mau pembangunan gedung perkantoran dan perumahan, apartemen dibangun vertikal atau menjulang tinggi.

Pembangunan gedung vertikal harus dibarengi dengan transportasi massal yang memadai, kata Risma, untuk itu Pemkot Surabaya akan membangun angkutan massal cepat (AMC) trem dan monorel. Karena, transportasi massal akan sangat dibutuhkan agar di pusat kota tidak macet.

"Untuk itu, Pemkot akan membangun enam gedung parkir, sehingga masyarakat yang mau kearah kota bisa memarkir kendaraannya disana, kemudian naik AMC menuju kota. Dengan begitu kemacetan ditengah kota akan teratasi," katanya.

Sumber: antara.com

Selasa, 28 Oktober 2014

Sepuluh Negara Hijau 2014

1 komentar :
Bagaimana hijau dan asrinya kota Anda? Edisi ke-4 Indeks Global Green Economy, yang dihasilkan oleh konsultan swasta berbasis di AS Dual Citizen LLC, baru saja merilis dan Anda dapat  mencermatinya. Indeks ini memberikan pandangan mendalam pada 60 negara dan 70 kota mengembangkan ekonomi ramah lingkungan, kinerja aktual dan bagaimana para ahli melihat kinerja tersebut.


"Kami pertama kali menerbitkan Global Green Economy Index pada tahun 2010 yang berawal pada keyakinan bahwa lingkungan, perubahan iklim dan pertumbuhan hijau, rendah karbon dengan cepat akan mendefinisikan masalah bagi para pembuat kebijakan nasional dan reputasi global negara," pada kata pengantar laporan tersebut. "Ketika kami menerbitkan secara publik, 2646 kejadian di hampir 162 negara memobilisasi tekanan pada lebih dari 100 pemimpin dunia berkumpul di New York di kantor PBB untuk mengambil tindakan substantif dan mengikat perubahan iklim. Hubungan antara isu-isu ini dan reputasi para pemimpin dan negara bangsa yang lebih nyata hari ini daripada sebelumnya."

Ke-60 negara yang dibahas adalah peningkatan dramatis dari 27 pada laporan terakhir sebelumnya pada tahun 2012. Penilaian pada negara-negara di setiap benua menemukan bahwa negara-negara Skandinavia, bersama Jerman, memimpin. Swedia dan Norwegia memimpin daftar kinerja aktual, sementara Kosta Rika di peringkat ketiga, dalam posisi 15 besar untuk pertama kalinya, Jerman dan Denmark menutup posisi lima besar. Polandia, Senegal, Qatar, Vietnam dan Mongolia muncul di posisi terbelakang di posisi 56-60, sedangkan China tepat di atas mereka pada posisi 55. AS berada dipertengahan di peringkat 28.

Persepsi berbeda. Studi ini menemukan bahwa beberapa negara mendapat penilaian pada ekonomi hijau mereka kurang layak, sementara negara-negara lain punya terlalu banyak kredit untuk melakukan gerakan ramah lingkungan. Austria, Islandia, Irlandia, Portugal dan Spanyol berada di antara negara-negara Eropa bahwa indeks ditemukan membutuhkan "perbaikan sebagai negara dengan label hijau," bersama dengan negara-negara Afrika Ethiopia, Mauritius, Rwanda dan Zambia, dari empat negara terakhir semua tercakup dalam indeks untuk pertama kalinya.

Negara-negara lain, beberapa negara yang paling maju di dunia, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Belanda dan Australia, mendapatkan lebih banyak kredit daripada kinerja mereka selayaknya. AS berada di urutan keenam dalam hal persepsi, sementara Jepang, peringkat ke-44 dalam kinerja, menempati urutan ketujuh dalam persepsi.

Di sisi kewajiban, indeks mengungkapkan bahwa beberapa ekonomi tercepat di dunia berkembang tidak tumbuh dalam hal ekonomi hijau. Selain China, negara-negara berkembang pesat seperti Ghana, Uni Emirat Arab, Qatar, Kamboja, Thailand dan Vietnam juga melakukan pertumbuhan ekonomi hijau dengan buruk.


Empat dari sepuluh kota terhijau yang, tidak mengejutkan hasilnya adalah di Skandinavia, dengan Copenhagen di tempat pertama, Stockholm di posisi ketiga, Helsinki kesembilan dan kesepuluh Oslo. Sepuluh dibulatkan oleh Amsterdam (2), Vancouver (4), London (5), Berlin (6), New York (7) dan Singapura (8).

Rabu, 15 Oktober 2014

Penyu Hijau Pengidap Tumor Berhubungan Dengan Aktivitas Manusia

Tidak ada komentar :

Penyu hijau adalah spesies yang terancam punah, mempunyai resiko dari perburuan, tertangkap oleh alat tangkap dan pembangunan pesisir pantai. Tetapi mereka juga menderita fibropapillomatosis penyebab utama kematian pada hewan spesies langka ini yang menyebabkan tumor tumbuh di sepanjang wajah sirip dan organ internal penyu tersebut.

Para ilmuwan baru-baru ini mulai memahami tentang fibropapillomatosis, mereka menemukan bahwa polusi nitrogen dari polusi perkotaan dan pertanian di Hawaii adalah penyebab di balik penyakit menyedihkan ini. Nitrogen pada alga yang di makan oleh penyu ini menyebabkan penumpukan "cascade gizi." Para peneliti baru-baru ini menerbitkan studi mereka yang dipublikasikan di Peer J, menambahkan sebuah studi pada tahun 2010 mengenai fibropapillomatosis menjadi hal yang dominan di daerah limpasan.

Kelebihan nitrogen disimpan dalam rumput laut dalam bentuk arginine, asam amino. Para ilmuwan menemukan tingkat tinggi arginin di kedua perairan tercemar dan tumor penyu, serta menemukan tingkat yang lebih tinggi arginin pada spesies invasif merah ganggang yang mencapai 90 persen dari beberapa diet penyu. Karena penyu laut adalah herbivora, mereka harus mengkonsumsi dua kali lebih banyak dari ganggang untuk mendapatkan asupan kalori yang sama dari ganggang asli, menurut pernyataan Universitas Duke. Para peneliti juga menemukan prolin dan glisin dalam ganggang dengan asam amino yang sama dalam tumor kanker pada manusia.

Meskipun melihat tumor yang tumbuh pada penyu menyedihkan, temuan penelitian ini menawarkan wawasan yang dapat menginformasikan konservasi dan pengelolaan penyu yang lebih baik. Para peneliti juga mengatakan bahwa temuan mereka dapat berguna untuk melindungi ikan, tanaman dan komunitas terumbu karang secara keseluruhan yang terkena dampak polusi.

"Jika penelitian terus mendukung hipotesis ini, kita mungkin perlu mempertimbangkan kembali cara kita saat ini mengelola nutrisi pesisir pantai," ungkap co-author studi Kyle Van Houtan dalam pernyataannya.

Revolusi Mobil Listrik Oleh Elon Musk Dengan Tesla

Tidak ada komentar :

Berita seputar Tesla tampaknya tidak pernah habis merek mobil yang didirikan oleh pengusaha esentrik Elon Musk.

New Tesla telah menjadi ikon bahwa mobil elektrik tidak harus tampil kuno, pelan, dan tidak bisa menempuh jarak jauh.

Peluncuran dari demo terbaru bahkan membuat mobil ini dapat melakukan auto-pilot untuk parkir dan berkendara di jalan raya Amerika Serikat. Mengurangi kecepatan dan menjaga tikungan di garis yang telah ditentukan. Menjaga jarak dengan mobil di depan Anda serta mensinkronisasikan kalendar kerja anda sehingga mobil dapat menyiapkan dirinya sendiri saat Anda hendak berangkat ke kantor. Gila engga tuh?

Program lainnya adalah buy-back untuk mobil Model-S mereka sehingga pelanggan biasa menjualnya kembali kepada mereka setelah tiga tahun dengan separuh harga dari aslinya yang mencapai $69.000. Kemudian Tesla akan menjualnya kembali seharga $35.000 tanpa mendapatkan profit dari aktifitas tersebut.

Kegarangan mobil ini ditunjukkan pada tingkat akselerasinya untuk kecepatan 0-60mph hanya 3,2 detik menjadi mobil sedan empat pintu tercepat, sementara baterai listrik mobil dalam kondisi penuh dapat menempuh jarak 275 mil, artinya setara dengan jarak tempuh mobil-mobil bensin yang saat ini beredar dalam kondisi tangki bensin full.

Berikut adalah demo dari mobil Tesla Model S dalam mode auto-pilot